Posted on: December 10, 2020 Posted by: Admin Comments: 0
wa business cindaga comms

Siapa yang tidak kenal dengan WA business? Kami yakin teman-teman Cindaga Comms banyak yang menggunakan aplikasi chat messenger besutan facebook ini untuk menunjang produktivitas dan komunikasi sehari-hari.

Tahukah teman-teman bahwa selain WA biasa kita pakai sehari-hari, Kamu juga bisa menggunakan WA business yang cocok sekali dipakai untuk berbisnis.

Wah gimana caranya bisnis dan optimasi marketing menggunakan WA business? Intip caranya berikut ini.

Nah, teman-teman sudah install Whatsapp business belum? Kalau belum silakan diinstall dulu tools marketing ini dan nikmati mudahnya berbisnis menggunakan WA business.

Lalu, Setelah Install WA Business Apa yang Akan Harus Dilakukan?

Kali ini kita akan belajar mengenai fitur-fitur dan cara optimasi bisnis via Whatsapp Business. Pemasaran zaman now memang sudah merambah ranah digital marketing, salah satunya dengan menggunakan WA business ini.

1.Lengkapi Profil Bisnis:

Silakan isi foto bisnis teman-teman, kategori bisnis. Jangan lupa isi juga informasi alamat, jam buka serta jam tutup bisnis. Kamu mungkin juga ingin menambahkan alamat e-mail bisnis. 

Kenapa kita harus mengisi profil bisnis? Supaya Teman-teman terlihat profesional di mata para pelanggan pastinya. 

2.Lengkapi Katalog Bisnis

Inilah salah satu keunggulan WA business dari fitur messenger yang lain. Ada katalog produk yang bisa kita bagikan sewaktu-waktu kepada siapapun.

Orang-orang bisa melihat profil bisnis dan katalog ini setelah mereka save nomor kita. Jangan lupa tuliskan deskripsi dari masing-masing produk yang teman-teman sediakan.

Teman-teman juga bisa mengisi harga dari masing-masing produk.

3.Siapkan Aneka Pesan Singkat atau Quick Message

Pesan ini akan otomatis dikirimkan apabila ada yang menghubungi toko atau bisnis kita. Kami sendiri biasanya pakai fasilitas ini supaya pelanggan merasa tidak dianggurin sama kita.

Begitu ada pesan dari nomor baru, quick message langsung terkirim dengan tulisan: Terima kasih sudah menghubungi Cindaga Comms. Ada yang bisa kami bantu?

Begitupun saat seseorang menghubungi di luar jam kantor, ada pesan singkat yang langsung terkirim untuk menginformasikan hal ini.

4.Fitur Label WhatsApp Business

Inilah fitur yang paling banyak membantu kita untuk berbisnis via Whatsapp. Dengan fitur label, teman-teman bisa mengkategorikan setiap pelanggan sesuai dengan temperature market.

Eh, sebentar-sebentar, apa itu market temperature? Nah, market temperature adalah istilah yang digunakan para pebisnis saat membidik target market mereka

Ada tiga market temperature yang sering dipakai yaitu cold (dingin), warm (hangat), dan Hot alias panas mendidih. Apa perbedaan dari masing-masing target market ini? 

a. Cold market: ini biasanya adalah orang-orang yang belum mengenal produk maupun brand kita.

Nah, kalau teman-teman punya kenalan baru atau calon pelanggan yang belum pernah beli, bisa nih dimasukkan ke label Whatsapp warna hijau yang kita tulisi cold market, misalnya.

b. Warm market adalah orang-orang yang sudah mengetahui produk kita tapi belum membeli produk tersebut.

Teman-teman bisa masukkan mereka ke label warna oranye misalnya dan kita tulisin warm market. Namanya warm, harus terus kita panasi supaya jadi panas dan beli produk kita.

c. Hot market adalah orang-orang yang sudah membeli produk kita.

Ibarat kata, colek doang udah langsung transfer. Nah, untuk menjadi tahapan hot market ini mereka juga pernah ada di posisi cold dan warm bukan.

5. Rutin Mengirimkan Informasi

Tentunya yang kita inginkan dari target market ini adalah terus membeli produk kita. Salah satu cara dengan memberikan info terkini seputar jasa ataupun produk yang kita miliki.

Setelah target market ini dimasukkan ke label sesuai kategori, teman-teman bisa gampang banget mengirimkan aneka informasi terjadwal terkait produk teman-teman ke setiap target market berdasar temperaturnya masing-masing. 

Kalau yang cold bisa seminggu sekali dibroadcast message misalnya. Supaya tahu produk dan layanan yang kita miliki.

 Untuk warm market mungkin dua minggu sekali. Nah, kalau yang hot market mah sebulan sekali juga gak papa, karena tanpa diinfo pun dia sudah tahu dan mungkin akan terus membeli produk kita.

Broadcastnya jangan melulu soal jualan ya teman-teman. Konten broadcastnya yang variatif.

Misalnya nih manfaat menggunakan produk teman-teman, testimoni, maupun e-book. Kalian bahkan bisa mengirim video-video lucu dan bermanfaat.

Teknik soft selling itu soalnya lebih mengena daripada hard selling yang terus-terusan bilang, beli dong produk kami.

Kenapa harus terjadwal di hari dan jam yang sama? Supaya orang-orang itu dibikin terbiasa dengan info-info dari teman-teman.

Rutinitas itu penting dalam bisnis, apalagi rutinitas dalam memberikan informasi. Rutinitas seperti itu bisa dengan mudah “brain wash” dan membuat produk teman-teman selalu terngiang di kepala pelanggan.

Tips supaya hot market terus tertarik untuk membeli produk kita, buatlah paket bundling. Misalnya teman-teman membuat promo beli dua gratis satu atau beli dua harganya lebih murah daripada beli satuan. 

Jadi mulai dari sekarang, teman-teman kumpulkan kontak sebanyak-banyaknya di Whatsapp Business ya. Memiliki banyak kontak di WA adalah kunci supaya bisnis kita maju dengan cepat. 

Label ini juga bisa teman-teman gunakan untuk mengkategorikan hal-hal lain, misalnya kontak suplier, yang punya utang bisnis, ataupun rekan-rekan bisnis. 

Kenapa gak dimasukkan grup saja sih kan enak tuh ringkas? Mungkin banyak yang bertanya demikian.

Masalahnya kadang-kadang grup terlalu berisik dan informasinya terlalu semrawut, tidak fokus. Sedangkan orang zaman sekarang tidak suka nih notifikasinya sering bunyi karena aktivitas grup.

Pembicaraan secara pribadi pun cenderung disukai ketimbang ngobrol dalam grup besar. Pelanggan itu sangat senang apabila owner bisnis mengenal nama mereka dan ngat hal-hal pribadi mereka.

Nah, sudah tahu kan enaknya menggunakan Whatsapp bisnis dan cara optimasi bisnis kita menggunakan si hijau ini? Yuk segera diterapkan di bisnis kalian, teman-teman. 

Leave a Comment